PPOB KIOS BANK

Jakarta, 25 Mei 2018 – Anak Perusahaan PLN, PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) kembali bersinar di kancah internasional dengan meraih Awar...

Jakarta, 25 Mei 2018 – Anak Perusahaan PLN, PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) kembali bersinar di kancah internasional dengan meraih Award of Excellence in Energy Management oleh UP Gresik. Penghargaan yang diberikan oleh Clean Energy Ministerial (CEM) ini merupakan penghargaan tertinggi dalam 2018 Energy Management Leadership Award yang diselenggarakan di Copenhagen, Denmark (24/5). PT PJB, yang diwakili Sugiyanto selaku Direktur Operasi-1, menjadi salah satu dari tiga penerima penghargaan tersebut, bersama dengan An Garda Síochána dari Irlandia, dan PJSC Magnitogorsk Iron & Steel Works dari Rusia. Dalam kesempatan yang sama, PT PJB UP Paiton juga menerima penghargaan Energy Management Insight Award.
Award of Excellence in Energy Management yang diterima UP Gresik merupakan penghargaan atas upaya perusahaan dalam mentransformasi penggunaan energi dalam organisasi. Untuk lolos kualifikasi sebagai penghargaan, perusahaan harus mampu melakukan beberapa hal, diantaranya mengimplementasikan sistem manajemen energi yang telah lolos sertifikasi internasional dengan standar ISO 50001, membuat rangkuman proses dan keuntungan dari hasil yang didapat, serta mengirimkan studi kasus untuk dianalisis. Para pemenang ditentukan oleh panel independen yang terdiri dari para ahli tingkat internasional.
PT PJB UP Gresik lolos sebagai pemenang karena telah mengimplementasikan dengan baik standar ISO 50001 sehingga mampu melakukan penghematan sebesar US$9.69 juta dan mengurangi emisi CO2 hingga 2.72 juta metrik ton dalam 3 tahun terakhir.
“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen di unit pembangkit PT PJB yang terus mengedepankan efisiensi energi. PT PJB berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan mengoptimalkan sistem manajemen energi di seluruh unit pembangkit sehingga dapat memberikan keunggulan bisnis sekaligus berkontribusi dalam pelestarian lingkungan”, papar Sugiyanto.
Program penghargaan dari CEM ini menekankan manfaat dari segi energi, lingkungan, dan bisnis yang diraih oleh perusahaan setelah berinvestasi dalam efisiensi energi. Secara kolektif, 50 organisasi yang ikut dalam penghargaan ini telah melakukan penghematan biaya produksi energi sebesar US$383 juta dan mengurangi emisi CO2 sebesar 4.3juta metrik ton atau senilai dengan jumlah emisi dari 916.000 kendaraan bermotor.
Christian Zinglersen, Head of Clean Energy Ministerial, menyatakan bahwa pihaknya sangat gembira melihat banyaknya perusahaan yang ikut serta dalam Energy Management Leadership Award. Zinglersen menambahkan bahwa ia sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan dan berharap pencapaian PT PJB dapat menginspirasi perusahaan energi lainnya untuk melangkah ke arah yang sama.



sumber:http://www.pln.co.id/media/siaran-pers/2018/05/pjb-bertengger-di-kancah-internasional-melalui-excellence-energy-management-award

Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) masih berada di level Rp 14.000. Bahkan, beberapa hari lalu nilai tukar dolar AS sempat ...

Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) masih berada di level Rp 14.000. Bahkan, beberapa hari lalu nilai tukar dolar AS sempat menyentuh Rp 14.200.

Gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berpengaruh terhadap PT PLN (Persero) meski tidak terlalu signifikan. Perusahaan listrik pelat merah ini memiliki pinjaman dalam bentuk dolar AS yang digunakan untuk kebutuhan pembiayaan perseroan.

Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto mengatakan, perseroan telah melakukan aksi lindung nilai atau hedging terhadap pinjaman dalam bentuk dolar AS. Hedging dilakukan pada utang dolar AS yang jatuh tempo dalam waktu dekat hingga satu tahun.

"Hedging kami lakukan yang riil jatuh tempo. Dalam peraturan 25% nett open position dan kami lakukan," kata Sarwono di bilangan Jakarta Selatan, Rabu (23/5/2018) malam.

Baca juga: Akhir Tahun Dolar AS Bisa Balik ke Rp 13.400?

Sarwono mengungkapkan alasan PLN menarik utang dalam bentuk valas yaitu dolar AS dikarenakan tingkat bunga yang jauh lebih rendah dibandingkan pinjaman dalam bentuk rupiah.

Ia menambahkan, perbedaan bunga pinjaman antara dolar AS dengan rupiah sebesar 4-5%. Misalnya, pinjaman dalam rupiah memiliki bunga 8-9%, sedangkan pinjaman dalam bentuk dolar AS memiliki bunga 3-4%.

"Kalau beli rupiah, utang rupiah bunga 8% terus beli dolar AS kena dua kali nanti bayarnya. Utang dolar AS bedanya dengan rupiah 4-5%," kata Sarwono.


Alternatif pendanaan yang dilakukan PLN, lanjutnya, dilakukan dengan berbagai cara, misalnya penerbitan surat utang, pinjaman bank, hingga pinjaman valas.

"Semua campur aduk," tutur Sarwono. (ara/dna)

sumber: https://finance.detik.com/energi/d-4035618/dolar-as-rp-14000-bagaimana-dampaknya-ke-pln